Deteksi Jenis dan Indeks Mutasi pada Sekuens DNA Kanker Payudara dan Paru-Paru: Untari Novia Wisesty Raih Gelar Doktor
- is2417
- Dec 21, 2024
- 2 min read
Dosen Fakultas Informatika, Dr. Untari Novia Wisesty, S.T., M.T., berhasil meraih gelar Doktor di bidang Teknik Elektro dan Informatika dari Sekolah Tinggi Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung pada tanggal 13 Juni 2023. Dalam penelitiannya, Untari mengamati bahwa jumlah kasus dan angka kematian akibat kanker terus meningkat setiap tahunnya.
Peningkatan kasus tersebut disebabkan oleh keterlambatan pasien dalam memeriksakan diri, yang berujung pada diagnosis yang terlambat. Hal ini menyebabkan kanker sudah berada pada stadium yang lebih lanjut, sehingga pengobatan yang diberikan menjadi kurang efektif.
Menyadari hal ini, Untari sebagai kontribusi keilmuannya di bidang Elektro dan Informatika, mengembangkan berbagai kegiatan untuk mendukung penelitiannya yang berjudul “IM SelaTCN: Model Sequential Labeling Berbasis Deep Learning untuk Deteksi Jenis dan Indeks Mutasi pada Sekuens DNA Kanker Payudara dan Paru-Paru.”
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Sequential Labeling Berbasis Deep Learning yang dapat mendeteksi jenis dan indeks mutasi pada sekuens DNA kanker payudara dan paru-paru dengan tingkat akurasi tinggi dan waktu proses yang cepat, sehingga dapat mendeteksi risiko penyakit kanker sejak dini.
Selain itu, penelitian ini juga berpotensi membantu tenaga medis dalam melakukan deteksi dini kanker melalui analisis sekuens DNA pasien, terutama di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini juga dapat mendukung pengembangan terapi terarah bagi pasien kanker, yang dapat meningkatkan efisiensi pengobatan.
“Manfaat penelitian ini bagi masyarakat umum adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam mengenali gejala-gejala kanker sejak dini,” ujar Untari.
Dalam menjalani penelitiannya, Untari mengungkapkan bahwa Telkom University memberikan dukungan penuh, baik berupa beasiswa maupun dukungan moral, yang memberikan keleluasaan dan memungkinkan dia untuk lebih fokus dalam penelitian ini.
Di akhir wawancara, Untari menyampaikan pesan kepada dosen-dosen yang sedang atau akan menempuh studi doktoral untuk tetap semangat.
“Bagi dosen yang akan melanjutkan studi S3, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan memulai penelitian doktoral. Yang terpenting dalam penelitian S3 adalah konsistensi dalam bekerja, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menjalin hubungan baik dengan sesama,” pesan Untari.

Comments