

Alvi Febrian
4 Jun 2024
Pendidikan tinggi di bidang seni rupa di Indonesia dimulai pada tahun 1947, dengan berdirinya Universitaire Leergang voor de Opleiding van Tekenleraren en Handenarbeid yang dipimpin oleh Simon Admiral. Institusi ini berkedudukan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang merupakan penggabungan Technische Hoogeschool Bandung ke dalam Universitas Indonesia.
Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Tinggi Seni Rupa di Indonesia
Pendidikan tinggi di bidang seni rupa di Indonesia dimulai pada tahun 1947, dengan berdirinya Universitaire Leergang voor de Opleiding van Tekenleraren en Handenarbeid yang dipimpin oleh Simon Admiral. Institusi ini berkedudukan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang merupakan penggabungan Technische Hoogeschool Bandung ke dalam Universitas Indonesia. Jika diterjemahkan, institusi ini dikenal sebagai “Balai Universiter untuk Guru Gambar dan Prakarya.” Dalam konteks saat ini, institusi ini lebih cocok digolongkan sebagai bagian dari pendidikan tinggi keguruan atau sarjana pendidikan.
Seiring waktu, balai universiter tersebut bertransformasi dan bergabung menjadi bagian dari seksi seni rupa pada Fakultas Arsitektur dan Seni Rupa, saat Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan pada tahun 1959. Kemudian, seksi atau bagian seni rupa berkembang menjadi departemen dan jurusan, hingga kini terdapat program studi seni rupa di ITB.
Gelar yang diberikan kepada lulusan dari balai hingga program studi tersebut telah mengalami beberapa perubahan, mulai dari Middelbare Akte atau Akte Pendidik untuk AMS (Algemeene Middelbare School/Sekolah Menengah Atas), doktorandus (drs.), hingga Sarjana Seni (SSn). Gelar terakhir ini masih digunakan hingga saat ini.
Perbandingan Gelar Seni di Indonesia dan Luar Negeri
Di luar negeri, terutama di negara-negara Barat, gelar Sarjana Seni (SSn) kira-kira setara dengan gelar BFA (Bachelor of Fine Arts). Di Malaysia, istilah "Seni Halus" digunakan untuk merujuk pada Fine Art, sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan istilah "Seni Rupa Murni." Hal ini mencerminkan bahwa meskipun termasuk dalam Fine Art, musik jarang dipadankan dalam tradisi akademik Fine Art di institusi galeri dan lainnya.
Tidak ada padanan kata yang sepenuhnya tepat antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, terlebih lagi istilah "seni" tidak sepenuhnya cocok dengan "art" atau "arts." Bahkan, istilah turunan antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia, yang serumpun, kadang tidak sesuai baik dari segi tulisan maupun makna. Misalnya, kata "paintings" diterjemahkan menjadi "seni catan" di Malaysia, sementara di Indonesia diterjemahkan sebagai "seni lukis." Contoh lainnya, "drawing" diterjemahkan menjadi "seni lukis" di Malaysia, sedangkan padanannya dalam bahasa Indonesia adalah "menggambar."
Gelar Seni di Berbagai Negara
Di Amerika Serikat dan kebanyakan negara Barat lainnya, gelar BFA (dan MFA/Master of Fine Arts) diberikan kepada lulusan program studi yang berfokus pada seni lukis, seni patung, fotografi, desain, bahkan seni pertunjukan (seperti di Australia). Di Indonesia, untuk desain ada gelar khusus yaitu S.Ds, sedangkan untuk fotografi, film, dan seni pertunjukan, gelarnya tetap S.Sn. Di Inggris, gelar sarjana seni rupa diberikan sebagai BA (Bachelor of Arts), berbeda dengan Amerika, Kanada, dan Australia yang menggunakan gelar ini untuk jurusan sastra, ekonomi, dan sejenisnya.
Perbedaan Istilah dalam Bahasa Inggris dan Indonesia
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan antara "The Arts" dan "Fine Arts/Art." Dalam bahasa Indonesia, keduanya dikenal sebagai "seni." Lebih mudahnya, berikut perbandingan keduanya:
The Arts:
The arts represent an outlet of expression that is usually influenced by culture and which in turn helps to change culture. This includes various branches of creative activity such as painting, music, literature, and dance. (Istilah generik, ilmu ekonomi juga dianggap bagian dari The Arts ini).
Art/Fine Art (tanpa "s" di belakangnya):
1. Art [mass noun] adalah ekspresi atau aplikasi keterampilan kreatif dan imajinasi manusia, biasanya dalam bentuk visual seperti lukisan atau patung, menghasilkan karya yang dihargai terutama karena keindahan atau kekuatan emosionalnya.
2. Art is a diverse range of human activities in creating visual, auditory or performing artifacts (artworks), expressing the author's imaginative or technical skill, intended to be appreciated for their beauty or emotional power.
Fine Art (Tradisi Akademik Eropa):
Dalam tradisi akademik Eropa, fine art adalah seni yang dikembangkan terutama untuk estetika atau keindahan, membedakannya dari seni terapan yang juga harus melayani fungsi praktis, seperti tembikar atau kebanyakan pekerjaan logam.
Secara historis, lima seni utama adalah lukisan, patung, arsitektur, musik, dan puisi, dengan seni pertunjukan termasuk teater dan tari. Saat ini, fine art biasanya mencakup bentuk tambahan seperti film, fotografi, produksi/editing video, desain, seni urutan, seni konseptual, dan cetak. Namun, di beberapa institusi pendidikan atau museum, fine art sering kali dikaitkan secara eksklusif dengan bentuk seni visual.
Kesimpulan
Meskipun terdapat kesulitan dalam mencari padanan secara tradisi antara Indonesia dan luar negeri, kita dapat menyimpulkan bahwa gelar Sarjana Seni (S.Sn) dapat dipertukarkan atau diterjemahkan dengan istilah Bachelor of Fine Art (terjemahan literal: Sarjana Seni Murni/Halus).
Jika ingin menerjemahkan "The Arts," istilah yang paling tepat mungkin adalah "Seni Kebudayaan." Sedangkan "Art" diterjemahkan sebagai "Seni," dan "Fine Art" sebaiknya diterjemahkan sebagai "Seni Rupa Halus," karena "Seni Murni" jika diterjemahkan lebih tepat sebagai "Pure Art."